Sungai Sarawak

Sungai Sarawak

Sungai Sarawak

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Showing posts with label puisicinta. Show all posts
Showing posts with label puisicinta. Show all posts

Thursday, October 28, 2010

SEJAMBAK ROS KALAS DARI JAMBANGAN FEBRUARI

(Foto oleh Datu Salleh Sulaiman)


MOMEN februari ini
aku diusik bicara
serpihan catatan musim muda
bahasa tanpa kata
kata seindah permata
memurnikan makna cinta
di batas usia jumantara

sejambak ros kalas
dari jambangan februari
untuk kekasihku
dari terminal waktu
mentafsir makna warna
berteman pawana
seharum cempaka
mendesir pantai ingatan

setelah kesekian waktu
menghela wangi nafasmu
lena dalam atmosfera bahagia
jadi aku seorang darwis kama
mengemis cinta seluas segara
ketika usia dikejar senja

lalu kulukis potret janji
dilatari danau puisi
melodi sunyi dan gita naluri
untuk seorang rubiah hati

sejambak ros kalas
menuntut tafsiran ikhlas
kubirai menjadi legasi
abadi di galeri hati

12 Februari 2009

Monday, July 12, 2010

TERMINAL CINTA

Hingga senja berlalu
aku masih memikul pilu
diselimuti malam hitam
sirna setiap warna dari matanya

ketika mentari kembali dari mimpi
dia masih lagi tersesat
di dalam rimba igau yang menjerat
didustai lelap yang terus mendodoi

dalam mimpi yang tak pasti itu
dua jiwa yang bercinta
bertemu untuk kepastian
apakah kita telah sampai ke terminal cinta?

sepantas panahan kilat
kubangunkan diri dari lelap yang kelat
kami kembali memujuk diri
untuk tidak mahu lagi berdiri
di atas terminal cinta
yang kian jelas di mata

katanya padaku
"kita akan berangkat ke sana nanti
meneruskan kembara yang benar
bukankah kehidupan ini
perjuangan memartabatkan cinta pada-Nya?"

terminal cinta kutinggalkan seketika untuk kembali mendakap dia
yang telah tersedar dari lelap yang penuh luka.

12 Julai 2010

Thursday, November 1, 2007

KELUH LIMA PULUH

LANGKAH usiamu
menggapai lima puluh pintu
teman di laman darwis cinta
menjejak denai kata-kata
aku amat tahu
nilai malam silam
dahina tiada lena
tari mentari mentafsir hati

Lima dekad menghunjam tekad
tembok setia di batas cinta
setiamu merentas masa
membusa momentum
keluh lima puluh pun berlabuh

Waktu begini kutulis puisi
hadiah hari jadi
buat isteri teman bermimpi
kita pun kembali berjanji
menyusun setia di hujung senja.

1 NOVEMBER 2007