DI SEMINAR sastera dia membentang kertas kerja tentang aku penulis sajak taksub pada tema malam, bulan,bintang dan cinta yang tidak punya makna
seperti akademikus ulung dia bicara tentang aku yang menulis dari susur balam sajak tentang malam tanpa jiwa perjuangan
aku hanya penulis jalanan berbicara tentang makanan dan kehidupan anak alam yang berkeliaran di pedalaman bukan cerita makan malam di rumah orang ternama
aku juga bukan sasterawan mengungkap tema perjuangan dengan semangat ketuanan kerana aku tahu puisi itu kebenaran ditulis bertintakan kejujuran
aku bukan menulis sajak ambiguiti membawa fikiran tinggi tentang perjuangan hakiki aku hanya menulis sajak tentang malam bila mentari kembali bersembunyi
aku menulis puisi berbicara tentang malam dan sukarnya kehidupan tanpa lantera penyuluh masa depan.