Sungai Sarawak

Sungai Sarawak

Sungai Sarawak

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Thursday, July 2, 2009

MEMORI

Foto kenang-kenangan semasa menjadi bestman kepada seorang sahabat, Haji Johari Shebli dan isteri, Beb Sabariah, penulis negeri Sarawak yang menghasilkan novel TIRANI. Ada memori bersama mereka ketika itu, yang tak terlupakan.

Kata pujangga," senyuman berlaku sepantas kilat, namun memorinya kekal sepanjang hayat."
Memori selalu hadir dalam diri. Memori ketika hadir terkadang membuat kita tersenyum. Namun memori biarlah ia tinggal menjadi memori. Usah cuba kembali ke zaman memori lalu atau bermimpi memori kembali di dalam kehidupan hari ini. Kerana memori yang kembali hadir di dalam diri menjadi mimpi selalunya akan menjadi igauan ngeri.
Lalu, kalau begitu, biarkan memori bertandang di dalam sejarah diri, lestari dan tetap diingati.

Akhir catatan ringkas ini saya tinggalkan kata-kata mutiara seorang penyair terkemuka, Rabindranath Tagore, yang sangat menyentuh diri saya:

The butterfly counts not months but moments, and has time enough.




Foto bersama teman-teman sekitar tahun 1972 di lapangan terbang Kuching. Yang bertali leher itu seorang teman yang akan berangkat ke Australia menyambungkan pelajaran di Monash University atas biasiswa Colombo Plan.

10 comments:

defina said...

Ayahanda Penabahari, memori juga secara tak langsung berkait rapat dengan pengalaman hidup yang menjadi guru terbaik buat kita. Pengalaman manis, maka terlahirlah memori indah manakala yang buruk pula merakam memori pahit, namun segalanya pasti menjadi adunan dan juga pembentuk diri kita sekarang.

Indahkan terkenang teman2 lama, keletah mereka....

CT said...

Kata pujangga," senyuman berlaku sepantas kilat, namun memorinya kekal sepanjang hayat." 99% correct!
hehehe
Ehem...ehem salam bang Pharo,
kenapa macam sedih aje jalan ceritanya?

Penabahari said...

Benar anakanda Defina, memori itu guru terbaik.Tatapi untuk pengajaran. Pengalaman itu sesuai utk zamannya. Sekarang zaman berbeza. Tidak salah mencontohi, hanya jgn kembali ke zaman itu.

Penabahari said...

Salam CT,
Mana ada sedih..teringat aje...

sanur sukur said...

Kata pujangga," senyuman berlaku sepantas kilat, namun memorinya kekal sepanjang hayat." ....kata kata yang sangat indah.... nostaligia kemasa lalu lagi ya pak....how beatifull

Penabahari said...

Salam sdr Sanur,
senang sekali menyambut kehadiran sdr di laman kami. Benar ya, cantik sekali detik-detik lalu, lantas biarkanlah begitu, ya.

ZULKIFLI MOHAMED said...

Salam Pak Penabahari,

"indah juga apabila melihat kembali foto-foto lama ya Pak",

"setiap foto akan 'berbicara' tentang ceritanya" ...

Penabahari said...

Salam sdr Zul,
Memang benar kata Zul, di sebalik setiap keping foto tersimpan cerita.

taufek18 said...

Membaca kisah Awg Pon seperti merasai degup jantung seorang sahabat dan keikhlasan teman.... luluh dan menyentuh...

Penabahari said...

Salam Tn Hj Taufiq,
Saya percaya komen ini untuk pos ttg Allahyarham tp tersalah pos ke sini ya. Tak pa. Allahyarham insan pejuang yang gigih dan yakin dalam perjuangannya.