Sungai Sarawak

Sungai Sarawak

Sungai Sarawak

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Friday, September 12, 2008

SEPERTI POHON KETAPANG DI TEPI JALAN ITU


KUSUSURI jalan berbatu

panjang dan berliku

kuturuni lembah payah

marah dan lelah

kudaki bukit resah

gundah mencelah

kutatapi dedaun ketapang

gugur di tepi jalan

menutupi bumi dengan warna mati

dan seperti pohon ketapang di tepi jalan itu

aku tabah merentasi waktu

berlabuh di dermaga kaku

sambil memunggah sisa usia


Telah lama kita tidak bersapa

ketika malam dilindungi awan durja

kerana diri yang terlena

sesat di dalam rimba mimpi

memburu dusta di padang ilusi

sedang Engkau tidak pernah berdusta

memujukku mendaki puncak cinta

di situ tempat bertapa

di situ tempat berpesta


Lalu kita terus berjauhan

kerana perpisahan yang disengaja

dan kesombongan yang menggoda

kuperolokkan keyakinan diri

kupersenda nyata kupuja alpa

kusemai benih kasih

di tengah malam jalang

kutiduri ranjang curang

tempat lahirnya petualang


Ketika kemarau meniti pagi

ketika musim layu merayu diri

kuluahkan kesal kubisikkan harap

jadilah aku sampah jalanan

menanti saat dipinggirkan


Biarkanlah aku di sini

menemani ketapang di tepi jalan ini

menjadi pelindung terik mentari

perakam sejarah diri

sambil menanti sedulang janji


Seperti pohon ketapang di tepi jalan itu

aku berdiri menanti

punggur kehidupan rebah di jalanan

tinggal sepi dan mati.

November 1996

2 comments:

CT said...

Salam,

Janganlah hanya berdiri menanti dan menemani pohon ketapang saja :)) Marilah temani CT pula...dah lama rasanya tak dengar berita:((

Penabahari said...

Maafkan abang. Abang menghadapi masalah dengan komputer. Kini terpaksa beli yg baru dan baru hari ini sempat on-line. Salam persahabatan buat CT dan Famili. Semoga Ramadan yang telah berada di penghujung ini memberi sepenuh keampunan buat kita bersama. Slamt meyambut aidil fitri yg semakin hampir benar ini.