Wednesday, February 4, 2009

SENJA JINGGA


Senja jingga
di kota purba
sungai mengalir, menghilir
ke segara membawa berita
potret waktu berbingkai sendu
menjadi makara disumpah masa

Kukayuh biduk
membelah riak
mencari dermaga
memunggah payah
tersanggat di tebing zulmat
diperdaya pendar
saat malam bertandang

momen begini
kurakam sendu
berlensa monokrom,
masa terhenti
warna telah mati
ditinggal pelangi
kita dihanyut mimpi.

4 Februari 2009


6 comments:

  1. Puisi yang cantik "Senja Jingga" juga pemandangan yang indah

    ReplyDelete
  2. "masa terhenti
    warna telah mati
    ditinggal pelangi
    kita dihanyut mimpi".

    Sedihnya:(

    ReplyDelete
  3. Terima kasih, Sakura.
    Keindahan adalah sesuatu yg sentiasa saya impikan.

    ReplyDelete
  4. CT,
    Sesekali bersedih elok juga. Ada insan bersedih sepanjang masa...

    ReplyDelete